Hallo Papua | Tahapan penjaringan Calon Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua Masa Bakti 2026–2030 terus berjalan. Pada Kamis (9/7/2026), Dr. Faisal, S.Ag., M.H.I. secara resmi menyerahkan berkas pendaftaran kepada Panitia Seleksi Calon Rektor sebagai bagian dari proses administrasi yang telah ditetapkan.
Prosesi penyerahan berkas berlangsung di hadapan Panitia Seleksi dengan suasana khidmat. Penyerahan diawali dengan pembacaan Basmalah sebagai ungkapan doa agar seluruh tahapan pemilihan rektor dapat berlangsung dengan lancar, objektif, dan menghasilkan pemimpin terbaik bagi IAIN Papua.
“Hari ini, Kamis, 9 Juli 2026, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kami menyerahkan berkas pendaftaran bakal calon Rektor IAIN Papua Masa Bakti 2026–2030 kepada Panitia Seleksi Calon Rektor,” ujar Dr. Faisal yang sekarang menjabat sebagai Direktur Program Pascasarjana IAIN Fattahul Muluk Papua ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Panitia Penjaringan Bakal Calon Rektor 2026 Dr. H. Abdul Hafid Jusuf, S.Ag, M.M kemudian menerima berkas tersebut secara resmi dan menyampaikan bahwa seluruh dokumen akan diproses sesuai mekanisme yang telah ditetapkan dalam regulasi pemilihan rektor.
Dr. Abdul Hafid menjelaskan, setelah tahap penerimaan berkas selesai, proses berikutnya adalah verifikasi administrasi untuk memastikan seluruh persyaratan yang ditentukan telah dipenuhi oleh setiap bakal calon. Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, verifikasi berkas akan dilaksanakan pada 11 Juli 2026.
Usai proses administrasi, panitia menyerahkan tanda bukti penerimaan berkas kepada Dr. Faisal yang juga alumni Pondok Modern Darussalam Gontor ini sebagai bukti resmi bahwa yang bersangkutan telah terdaftar sebagai bakal calon Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua Masa Bakti 2026–2030.
Dr Faisal mengatakan, bahwa IAIN Fattahul Muluk yang berada di wilayah timur Indonesia berpotensi menjadi perguruan tinggi yang diperthitungkan untuk melahirkan generasi Muslim yang hebat. “In syaa Allah saya siap membawa IAIN Fattahul Muluk Papua menuju new era (era baru) dalam pendidikan Islam,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua ini.
Baca Juga:
Ke depan, tambahnya, IAIN Fattahul Muluk ini juga akan siap bertranformasi menjadi Universitas Islam Negeri Fattahul Muluk agar generasi di Papua bisa memperluas akses pendidikan lebih luas lagi dan meningkatkan daya saing lulusannya. “Menjadi UIN bagian dari salah satu misi jika nantinya diberi amanah,” tuturnya.
Dengan dimulainya proses pendaftaran ini, masyarakat akademik IAIN Fattahul Muluk Papua diharapkan dapat mengikuti seluruh tahapan pemilihan rektor secara positif dan mendukung terciptanya proses yang demokratis, profesional, serta menjunjung tinggi integritas demi kemajuan kampus pada masa bakti 2026–2030. []
Riwayat Pendidikan Tinggi
1. S3, UMY Yogyakarta 2019 Politik Islam-Ilmu Politik
2. S2, IAIN Alauddin Makassar 2005 Hukum Islam (Pemikiran Hukum Islam)
3. S1, IAIN Alauddin Makassar 2001 Ushuluddin, Aqidah Filsafat (Pemikiran Islam)








