BUPATI Sorong, Dr. Johny Kamuru, S.H., M.Si., resmi mengukuhkan 30 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sorong tahun 2025 dalam prosesi khidmat di Malak Ballroom, Aimas Convention Center, Jumat, 15 Agustus 2025.
Momen ini menjadi simbol kebanggaan generasi muda dan panggilan pengabdian bagi negara.
Bupati Johny Kamuru menyampaikan, “Kalian adalah duta generasi muda yang membawa nama baik Kabupaten Sorong.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tugas yang kalian emban bukan hanya mengibarkan bendera, tetapi juga menjadi teladan dalam sikap, disiplin, dan pengabdian kepada bangsa.”
Pernyataan ini menggugah semangat para peserta dan hadirin yang larut dalam suasana haru dan bangga.
Paskibraka bukan semata tugas ritual. Ketua Pelatih menjelaskan bahwa seleksi ketat dan pelatihan intensif yang dijalani—dimulai dari upacara pemusatan dan pelatihan di Alun-Alun Aimas—membentuk karakter dan jiwa nasionalisme.
Simbol Semangat dan Persatuan
Prosesi pengukuhan diawali dengan laporan pelatih, dilanjutkan pelantikan anggota Paskibraka melalui pengucapan Ikrar Putra Indonesia.
Bupati kemudian menyematkan kendit dan lencana pada setiap anggota, simbol kepercayaan dan tanggung jawab besar.
Orang tua peserta dan undangan menyimak dengan haru, menandai momen berharga yang akan dikenang sepanjang masa.
Kehadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala-kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelatih, pembina, dan keluarga peserta mempertegas bahwa momen ini bukan hanya selebrasi seremonial.
Baca Juga:
Perkuat Literasi Keuangan, JULO Gandeng Ringkas untuk Edukasi KPR Take Over
The Ritz-Carlton, Bali, Perkenalkan Program Eksplorasi Budaya yang Penuh Makna
Melainkan bentuk dukungan moral dan apresiasi terhadap dedikasi generasi penerus.
Bekal untuk Masa Depan Bangsa
Bupati menyampaikan bahwa pengalaman Paskibraka adalah modal penting bagi masa depan generasi muda Kabupaten Sorong.
“Nilai-nilai seperti kerja sama, tanggung jawab, dan cinta tanah air harus terus kalian pegang teguh bahkan setelah masa tugas berakhir,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa latihan intensif ini bukan hanya membentuk fisik, melainkan mental dan karakter sebagai kader bangsa.
Peserta merespons dengan penghormatan hormat kepada Bupati dan tamu undangan, menandai kesiapan mereka menjalankan tugas negara pada upacara HUT ke-80 Republik Indonesia, dua hari berselang.
Sorak dan tepuk tangan menggema di ruangan, melambangkan antusiasme dan harapan besar masyarakat terhadap generasi penerus.(Dullah).****










