ZTE Tampilkan Integrasi AI dan Jaringan Telekomunikasi di Ajang GSMA M360 LATAM 2026, Dorong Transformasi Model Bisnis Masa Depan

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 19 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

  • ZTE memaparkan manfaat dari integrasi dua arah antara AI dan jaringan telekomunikasi
  • ZTE memperkuat ekspansi di Amerika Latin melalui solusi TIK yang hijau, efisien, dan cerdas guna mendukung transformasi strategis operator lokal

MEXICO CITY, 19 Mei 2026 /PRNewswire/ — ZTE Corporation (0763.HK / 000063.SZ), perusahaan terkemuka di dunia yang menyediakan solusi teknologi informasi dan komunikasi terintegrasi, berpartisipasi dalam ajang GSMA M360 LATAM 2026. Di ajang tersebut, Chief International Ecosystem Representative, ZTE, Chen Zhiping, menyampaikan paparan utama bertajuk "Driving Future Business Model Restructuring — AI & Network Two-Way Integration".

ZTE Tampilkan Integrasi AI dan Jaringan Telekomunikasi di Ajang GSMA M360 LATAM 2026, Dorong Transformasi Model Bisnis Masa Depan
ZTE Tampilkan Integrasi AI dan Jaringan Telekomunikasi di Ajang GSMA M360 LATAM 2026, Dorong Transformasi Model Bisnis Masa Depan

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam presentasinya, Chen membahas analisis mendalam tentang manfaat dari integrasi dua arah antara kecerdasan buatan (AI) dan jaringan telekomunikasi. Ia juga menyoroti pencapaian ZTE di pasar Amerika Latin selama dua dekade terakhir, praktik inovasi jaringan AI-Native, serta solusi cerdas lintas-skenario yang dikembangkan ZTE. Menurut Chen, ZTE membantu operator telekomunikasi di Amerika Latin bertransformasi dari sekadar penyedia konektivitas menjadi penggerak ekonomi digital.

Menghadapi gelombang perkembangan industri AI, ZTE meluncurkan visi strategis global bertajuk "All in AI, AI for All, Becoming a Leader in Connectivity and Intelligent Computing" pada 2025. Chen menilai, strategi tersebut sejalan dengan tema utama GSMA Summit. Ke depan, ZTE tidak lagi hanya berfokus pada layanan konektivitas jaringan konvensional, namun juga memperluas bisnis AI dan komputasi cerdas. Melalui integrasi dua arah antara AI guna memperkuat jaringan dan jaringan yang mendukung AI, ZTE membangun model bisnis baru yang sesuai dengan perkembangan era AI sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru bagi ekonomi digital Amerika Latin.

Dalam konteks pengembangan jaringan berbasis AI, ZTE memperkenalkan konsep jaringan AI-Native dengan menanamkan fitur-fitur AI pada seluruh lapisan dan proses jaringan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menekan biaya operasional. Di sektor jaringan nirkabel, perangkat 5G BBU terbaru ZTE telah dilengkapi kemampuan komputasi cerdas bawaan yang mampu meningkatkan efisiensi perangkat keras dan perangkat lunak, sekaligus menaikkan kapasitas cell throughput hingga 20%. ZTE juga memadukan penguat daya berkinerja tinggi Super-N dengan teknologi optimalisasi AI untuk menghemat konsumsi energi pada perangkat hingga 38%. Saat ini, produk AAU dan RRU berbasis teknologi tersebut telah diterapkan secara luas di sejumlah negara Amerika Latin, termasuk Chili, Ekuador, Bolivia, Brasil, dan Peru. Hingga kini, lebih dari 37.000 unit telah beroperasi dan memangkas biaya listrik hingga jutaan dolar AS per tahun, serta mewujudkan jaringan telekomunikasi yang efisien, ramah lingkungan, dan cerdas.

Dirancang dengan teknologi AI-Native, ZTE juga menghadirkan solusi jaringan cerdas AIR Net yang mendukung penerapan jaringan "autonomous driving" secara komersial. Solusi ini merevolusi sistem operasional dan pemeliharaan (O&M) sekaligus menekan total biaya kepemilikan (TCO). AIR Net telah diterapkan secara komersial di berbagai wilayah. Saat ini, kemampuan jaringan cerdas ZTE juga telah memperoleh sertifikasi level L4 dari TM Forum. Di sisi lain, agen cerdas Co-Claw yang dikembangkan sendiri oleh ZTE telah diterapkan secara internal guna meningkatkan otomatisasi dan kecerdasan jaringan, serta membantu operator beralih menuju pengembangan jaringan cerdas tingkat lanjut.

Menjawab kondisi jaringan yang kompleks dan beragam di Amerika Latin, ZTE terus mengembangkan solusi berbasis skenario untuk mempersempit kesenjangan digital di kawasan tersebut. Untuk kebutuhan jaringan di area dalam ruang, ZTE bekerja sama dengan perusahaan asal Chili, Millicom, dalam menerapkan solusi Qcell guna menghadirkan konektivitas gigabita yang stabil di seluruh gedung. Sementara di wilayah pedesaan terpencil, ZTE menggandeng perusahaan Brasil, Claro, untuk menerapkan solusi jaringan RuralPilot. Solusi ini menjawab tantangan konektivitas di kawasan Amazon melalui biaya implementasi yang rendah dan proses pemeliharaan yang lebih mudah. ZTE juga menghadirkan berbagai solusi konektivitas untuk rumah yang disesuaikan dengan kebutuhan jaringan di berbagai wilayah dan skenario penggunaan di Amerika Latin.

Chen menegaskan, ZTE akan terus memperkuat jangkauan di pasar Amerika Latin dengan memperdalam inovasi integrasi AI dan jaringan, sekaligus menghadirkan solusi TIK yang hijau, efisien, dan cerdas demi membantu operator lokal mempercepat transformasi strategis. Menurutnya, langkah tersebut mendorong operator telekomunikasi bertransformasi dari penyedia layanan konektivitas konvensional menjadi penggerak ekonomi digital, sekaligus memenuhi kebutuhan digital masyarakat dan industri di berbagai sektor.

NARAHUBUNG MEDIA:
ZTE Corporation
Communications
Surel: ZTE.press.release@zte.com.cn 

Berita Terkait

HUAWEI eKit Luncurkan Intelligent Office Solution 2.0, Hadirkan Akses Teknologi Cerdas bagi UKM
Manfaatkan Setiap Sinar Matahari, Terangi Wilayah yang Belum Dialiri Listrik: Global Low-Carbon Industry Forum 2026 Bahas Solusi guna Menutup Kesenjangan Akses Listrik
EyeROV: Startup Deep-Tech India Pamerkan Drone Bawah Airnya kepada Para Pemimpin Dunia
Xinhua Silk Road: Tiongkok Buka Kanal Utama dari Sungai ke Laut, Ciptakan Jalur Pintas Perdagangan ke Asia Tenggara
Seminar Internasional APEC 2026 Bahas Inovasi Desain Berbasis AI
Program MBA SMU Raih Peringkat Ketiga di Asia dalam QS Global MBA Rankings 2027
INVT Hadirkan Solusi Kelistrikan dan Liquid Cooling untuk Modernisasi Pusat Data di Ajang Data Centre World Asia 2026
Zhou Jianjun dari Huawei: Membangun Solusi AIDC Grid-Interactive untuk Memaksimalkan Token per Watt

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 08:31 WIB

HUAWEI eKit Luncurkan Intelligent Office Solution 2.0, Hadirkan Akses Teknologi Cerdas bagi UKM

Jumat, 18 September 2026 - 08:27 WIB

Manfaatkan Setiap Sinar Matahari, Terangi Wilayah yang Belum Dialiri Listrik: Global Low-Carbon Industry Forum 2026 Bahas Solusi guna Menutup Kesenjangan Akses Listrik

Jumat, 18 September 2026 - 06:26 WIB

EyeROV: Startup Deep-Tech India Pamerkan Drone Bawah Airnya kepada Para Pemimpin Dunia

Jumat, 18 September 2026 - 02:43 WIB

Xinhua Silk Road: Tiongkok Buka Kanal Utama dari Sungai ke Laut, Ciptakan Jalur Pintas Perdagangan ke Asia Tenggara

Jumat, 18 September 2026 - 01:25 WIB

Seminar Internasional APEC 2026 Bahas Inovasi Desain Berbasis AI

Berita Terbaru

Pers Rilis

Seminar Internasional APEC 2026 Bahas Inovasi Desain Berbasis AI

Jumat, 18 Sep 2026 - 01:25 WIB